“SURAT
DI LOKERKU”
Suatu pagi di SMA PERTIWI Bandung, pukul 07:30 WIB
tandanya seluruh siswa harus segera memasuki kelas. Pintu gerbang akan segera
ditutup.
Tapi pada saat Pak Darjo sebagai satpam SMA tersebut
hendak menutup pagar sekolah. Tiba-tiba “Tunggu..tunggu.. pakkkk...” terdengar
teriakannya oleh Pak Darjo. “Kamu Ayi .. selalu saja terlambat. Yaudah masuk !
Besok kalau kamu masih terlambat, saya tidak akan mengizinkan kamu masuk lagi” kata
Pak Darjo. “Iyaa Bapak,, janji deh gak terlambat lagi, yaudah saya masuk dulu
ya Pak Darjo” langsung saja Ayi berlari sekuatnya karena dia takut guru sudah
masuk kelas.
Dia adalah Aisyatul Zahara. Teman-teman sering
memanggilnya Ayi. Dia adalah murid kelas 3 SMA. Kesehariannya adalah
bersekolah, membantu ibunya mengurus Toko Kue. Karena memang dia hidup
sederhana, Bapaknya sudah meninggal sejak dia berumur 12 tahun. Jadi dia hanya
tinggal bersama Ibunya.
Di sekolah dia termasuk murid yang aktif. Bersama
sahabat-sahabatnya dia mengurus bagian mading sekolah. Sahabat-sahabatya adalah
Lia, Izza, , Hani, dan Fatin. Diantara mereka berlima hanya Ayi dan Hani yang
berhijab. Karena di sekolah mereka tidak mengharuskan dan tidak juga
melarang hijab. Tetapi, hampir semua
guru memakai hijab.
Kembali ke kelas Ayi, kelas XII1 salah satu
kelas Inti.
Ayi berlari ke kelasnya. Dan alhamdulillah guru belum
masuk. Karena terlalu capek, dia tidak bisa bernafas. “Ya Allah, Ayiii..! Lagi?
Masih ketinggalan Bus?” tanya Izza teman sebangkunya. “Sebentar.. biar aku ambil
nafas dulu” sepertinya Ayi sangat kecapekan. “Yaudah duduk dulu, Ay !” saran
Hani. “Jangan suudzon dulu, tadi itu ada kecelakaan jadi jalanan macet” jelas
Ayi karena tidak ingin disalahkan. “yalah-yalah” sahut teman-temannya
berbarengan. Karena memang selalu saja ada alasan.
Ibu Ida selaku wali kelas pun
masuk ke kelas diikuti murid-murid yang
segera duduk di bangku masing-masing. “Selamat pagi anak-anak !” “Pagii buk
guru” karena masih pagi,anak-anak sangat bersemangat. “Hari ini kita kedatangan
murid baru. Silahkan masuk, Nak !” murid-murid penasaran, kira-kira siapa ya??
Lalu masuklah seorang murid laki-laki. Sontak saja Fatin menyenggol-nyenggol
Ayi yang tengah sibuk membaca novelnya, ya memang itu hobinya. Tapi Ayi tidah ngeh, dia tetap saja membaca bukunya.
“Nak, silahkan perkenalkan diri
!” suruh Bu Ida. “Baik Buk. Perkenalkan nama saya Muhammad Azam, teman-teman
bisa panggil Azam. Saya pindahan dari SMA 1 Semarang. Mungkin hanya
itu.Terimakasih” jelasnya dengan nada yang cool
membuat murid perempuan seakan menjerit. Tetapi tidak dengan Ayi, dia masih
terpaku dengan bacaannya. “Yasudah, silahkan duduk Azam. Kamu bisa duduk di
samping ketua kelas, Haikal” karena memang hanya itu bangku yang kosong “Baik,
Bu”. Bu Ida pun memulai pelajarannya, yaitu pelajaran Matematika. Semua murid kembali
fokus pada pelajaran.Tapi tiba-tiba
“Ayi.. sudah bacanya!” ternyata Bu Ida tau kalau dari tadi Ayi hanya
membaca saja. “Hah? Baik Bu- baik Bu” langsung menutup novelnya. “Nah
anak-anak, silahkan kumpulkan PR yang Ibu berikan minggu lalu !” Perintah Bu
Ida. Semua murid mengumpulkannya, kecuali Azam karena memang dia tidak tau-menau
tentang PR. Namanya juga anak baru.
“Ayiiiiiiii....!”
Tiba-tiba Bu Ida memanggil Ayi....
Ada apa lagi dengan Ayi? To Be Continue J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar