Sabtu, 23 April 2016

Cerita Bersambung

“SURAT DI LOKERKU”


Suatu pagi di SMA PERTIWI Bandung, pukul 07:30 WIB tandanya seluruh siswa harus segera memasuki kelas. Pintu gerbang akan segera ditutup.
Tapi pada saat Pak Darjo sebagai satpam SMA tersebut hendak menutup pagar sekolah. Tiba-tiba “Tunggu..tunggu.. pakkkk...” terdengar teriakannya oleh Pak Darjo. “Kamu Ayi .. selalu saja terlambat. Yaudah masuk ! Besok kalau kamu masih terlambat, saya tidak akan mengizinkan kamu masuk lagi” kata Pak Darjo. “Iyaa Bapak,, janji deh gak terlambat lagi, yaudah saya masuk dulu ya Pak Darjo” langsung saja Ayi berlari sekuatnya karena dia takut guru sudah masuk kelas.
Dia adalah Aisyatul Zahara. Teman-teman sering memanggilnya Ayi. Dia adalah murid kelas 3 SMA. Kesehariannya adalah bersekolah, membantu ibunya mengurus Toko Kue. Karena memang dia hidup sederhana, Bapaknya sudah meninggal sejak dia berumur 12 tahun. Jadi dia hanya tinggal bersama Ibunya.
Di sekolah dia termasuk murid yang aktif. Bersama sahabat-sahabatnya dia mengurus bagian mading sekolah. Sahabat-sahabatya adalah Lia, Izza, , Hani, dan Fatin. Diantara mereka berlima hanya Ayi dan Hani yang berhijab. Karena di sekolah mereka tidak mengharuskan dan tidak juga melarang  hijab. Tetapi, hampir semua guru memakai hijab.
Kembali ke kelas Ayi, kelas XII1 salah satu kelas Inti.
Ayi berlari ke kelasnya. Dan alhamdulillah guru belum masuk. Karena terlalu capek, dia tidak bisa bernafas. “Ya Allah, Ayiii..! Lagi? Masih ketinggalan Bus?” tanya Izza teman sebangkunya. “Sebentar.. biar aku ambil nafas dulu” sepertinya Ayi sangat kecapekan. “Yaudah duduk dulu, Ay !” saran Hani. “Jangan suudzon dulu, tadi itu ada kecelakaan jadi jalanan macet” jelas Ayi karena tidak ingin disalahkan. “yalah-yalah” sahut teman-temannya berbarengan. Karena memang selalu saja ada alasan.
                Ibu Ida selaku wali kelas pun masuk  ke kelas diikuti murid-murid yang segera duduk di bangku masing-masing. “Selamat pagi anak-anak !” “Pagii buk guru” karena masih pagi,anak-anak sangat bersemangat. “Hari ini kita kedatangan murid baru. Silahkan masuk, Nak !” murid-murid penasaran, kira-kira siapa ya?? Lalu masuklah seorang murid laki-laki. Sontak saja Fatin menyenggol-nyenggol Ayi yang tengah sibuk membaca novelnya, ya memang itu hobinya. Tapi Ayi tidah ngeh, dia tetap saja membaca bukunya.
                “Nak, silahkan perkenalkan diri !” suruh Bu Ida. “Baik Buk. Perkenalkan nama saya Muhammad Azam, teman-teman bisa panggil Azam. Saya pindahan dari SMA 1 Semarang. Mungkin hanya itu.Terimakasih” jelasnya dengan nada yang cool membuat murid perempuan seakan menjerit. Tetapi tidak dengan Ayi, dia masih terpaku dengan bacaannya. “Yasudah, silahkan duduk Azam. Kamu bisa duduk di samping ketua kelas, Haikal” karena memang hanya itu bangku yang kosong “Baik, Bu”. Bu Ida pun memulai pelajarannya, yaitu pelajaran Matematika. Semua murid kembali fokus pada pelajaran.Tapi tiba-tiba  “Ayi.. sudah bacanya!” ternyata Bu Ida tau kalau dari tadi Ayi hanya membaca saja. “Hah? Baik Bu- baik Bu” langsung menutup novelnya. “Nah anak-anak, silahkan kumpulkan PR yang Ibu berikan minggu lalu !” Perintah Bu Ida. Semua murid mengumpulkannya, kecuali Azam karena memang dia tidak tau-menau tentang PR. Namanya juga anak baru.
“Ayiiiiiiii....!” Tiba-tiba Bu Ida memanggil Ayi....

Ada apa lagi dengan Ayi? To Be Continue J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar